Pintu




Aku sedang berdiri diruangan kosong dan dikelilingi oleh pintu-pintu yang memanggilku. Mereka bersahut-sahutan, menuntutku untuk aku masuki terlebih dulu. Bukan, bukan pintu-pintu itu yang sedang berdebat. Tetapi.. Suara perdebatan itu datang dari diriku sendiri.

Aku uring-uringan, tidak tahu pintu manakah yang akan membawaku pada keinginanku, masa depanku, cita-citaku, mimpiku... Ku tatap mereka satu persatu secara bergantian. Tiga pintu itu seperti penjagal yang akan mengeksekusiku. Sungguh.. Tidak ada satupun kata yang dapat menggambarkan sulitnya pilhanku saat ini.

Hari-hariku berlalu, tak kusangka inilah hari terakhirku.
Ku pejamkan mata sambil menarik nafasku dalam-dalam sembari meyakinkan diri. Suara dari hati ini telah mengumumkan pilihannya. Akhirnya, kulangkahkan kakiku berjalan menuju pintu pilihanku.

Tibalah aku disana, berada tepat didepan pintu pertama. Inilah saat yang kutunggu setelah berbagai keringat dan peluh yang tiada hentinya bercucuran.
Kubuka gagang pintu perlahan-lahan, siap dengan apapun yang akan terjadi.

Tiba-tiba... Cahaya dibalik pintu menyilaukan mataku. Aku terkejut, Tuhan telah menjawab doaku.


Komentar

Postingan Populer