Berteman dengan Empati


Empati, salah satu istilah yang mungkin tidak terdengar asing lagi bagi sebagian orang. Empati adalah kemampuan untuk memahami orang lain baik dari segi emosi, keadaan, pikiran maupun perasaannya. Manusia sebagai makhluk yang sangat menjunjung tinggi etika berkomunikasi, Empati adalah salah satu syarat bagaimana komunikasi dapat berjalan sesuai tujuan. Dalam kehidupan sehari-hari pun, Empati sangat dibutuhkan untuk tercukupinya keinginan seseorang didengarkan, diperdulikan, dimengerti dan diperhatikan oleh orang lain. Karna manusia merupakan agen sosial, hubungan tenggang rasa antar sesama akan berdampak baik bagi interaksi satu sama lainnya sehingga membuat kehidupan menjadi sejahtera tanpa adanya perselisihan.

Paparan diatas sebenernya menjadi pengantar cerita gue kali ini.
So, gue sekarang sedang mengalami yang namanya "out of my comfort zone".
Dan gue pun bertanya kembali, apa arti Empati itu sebenarnya?

Dalam lingkup pertemanan, Empati sangat diperlukan agar terciptanya rasa saling menghargai, menghormati serta saling mengerti satu sama lainnya. Dulu, gue sempet merasakan berteman dengan orang-orang yang mempunyai rasa Empati tinggi. Gue pun juga merasakan bagaimana rasanya menghargai satu sama lain, berusaha mengerti keadaan dan perasaan satu sama lain, bahkan sampai menolong seseorang agar keluar dari masalahnya. Sampe akhirnya, gue terbiasa dengan sikap Empati tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Ternyata Empati tidak hanya memberikan pengaruh positif, tetapi juga pengaruh negatif. Terbiasa didalam lingkungan orang-orang yang peduli satu sama lain membuat gue sukar menerima karakter baru. Sebut saja si "UNCARE". Gue sempat membenci dan mengumpat orang-orang tersebut. Bukan hanya batin, tetapi fisik pun ikut terkuras untuk menghadapi dampak dari si UNCARE ini meskipun nyatanya mereka adalah teman gue sendiri. Manusia hidup pasti membutuhkan bantuan orang lain serta melakukan kegiatan bekerja sama. Apakah hidup akan berjalan lancar jika semua orang didunia ini bersikap tidak peduli satu sama lain? Bersikap acuh tak acuh dan individualis? Mengiraukan perasaan orang lain? Mengkedepankan Ego? dan Mementingkan gengsi? Sudah dapat dipastikan, dunia ini berat sebelah atau malah berhenti ditengah jalan.

Dibalik itu semua, kita harus sadar bahwa memiliki rasa Empati sangat penting bagi setiap orang. Tanpa Empati seorang ibu, anak tidak akan merasakan indahnya belai kasih dan sayang. Tanpa Empati seorang Guru, murid tidak akan mengetahui ilmu-ilmu pembangun masa depan. Tanpa Empati seorang Dokter, pasien akan kesulitan memperoleh karunia kesembuhan. dan Tanpa Empati Tuhan Yang Maha Kuasa, manusia tidak akan pernah menikmati kehidupan di dunia.

Salah satu pelajaran yang bisa gue ambil dari kejadian yang gue alamin saat ini bahwa this is a REAL LIFE. Pasti ada alasan terbaik mengapa Tuhan menciptakan manusia dengan karakter yang beragam jenisnya. Salah satu contoh adalah bagaimana caranya kita bisa bertahan dan menghadapi orang-orang yang bertolak belakang sifat dan karakternya dengan diri kita sendiri. Pada akhirnya, hasil dari latihan menerima banyak karakter manusia akan menjadikan mental kita semakin kokoh. Guys bersyukurlah, karna ini adalah pelajaran yang amat berharga.
Terakhir, sebagaimana rasa Empati itu hadir. Mau gimana pun karakternya, mau gimana pun akhlak dan tingkah lakunya, semua karakter akan luluh dengan adanya rasa Empati karna tidak ada satupun manusia yang tidak ingin dimengerti kondisi maupun perasaannya.

Komentar

Postingan Populer