Atasi Pengaruh Politik Amerika, Indonesia Harus Aktif

Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, melaksanakan diskusi bersama para pakar dengan tema "Perkembangan Politik Amerika era Kepemimpinan Presiden Trump serta Pengaruhnya terhadap Indonesia dan Regional ASEAN" di Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (1/2/2017)

Pengelolaan informasi di tataran pemerintah yang lebih terintegrasi demi keberlangsungan kebijakan merupakan salah satu pokok isu untuk menghadapi pengaruh kepemimpinan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump atau biasa dipanggil Trump, terhadap Indonesia.

Selain pengelolaan informasi, Pengamat Ekonomi Politik Internasional Universitas Paramadina dan Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Association of South East Asia Nations (ASEAN), Dinna Wisnu, mengungkapkan agar tiap lini Kementerian tanggap menyadari posisinya yang berhubungan dengan politik luar negeri. Ia pun mengusulkan pilihan kebijakan tersebut disesuaikan dengan kondisi dalam negeri termasuk kebijakan Presiden Jokowi atau gaya kepemimpinannya.

“Indonesia harus menjadi negara terbuka, tidak proteksionis, mengetahui aturan atau rule of the game yang diberlakukan Amerika dan dampak baik buruknya bagi bangsa,” ungkap Dinna dalam diskusi pakar di Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta.

Menurut Pakar Ekonom, Raden Pardede, Amerika dibawah kepemimpinan Trump akan mempengaruhi sistem ekonomi didalam negerinya yang menyebabkan kenaikan inflasi dan suku bunga. Hal tersebut karena kemungkinan Trump melakukan banyak pengeluaran negara di bidang infrastruktur.

“Yang terpenting bagaimana Indonesia harus prepare. Misalnya, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) lakukan simulasi jaring pengamanan sistem keuangan. Intinya persiapan kemampuan mengurangi intensitas terjadinya krisis dan perkuat domestik dalam negeri,” kata Raden.

Hal ini diperkuat oleh pendapat dari Pakar Ekonom Universitas Indonesia, Berly Martawardaya bahwa perlu adanya simulasi serta skenario perencanaan di bidang ekonomi antara BI, Kemenkeu dan para ekonom. Sebab, meningkatnya inflasi nantinya berdampak pada negara-negara berkembang, khususnya Indonesia.

“Nilai dolar dimungkinkan menguat dalam 6 bulan kedepan dan rupiah pun akan melemah sekitar 5 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI, Andreas Hugo Pareira menilai bila Trump merupakan sosok presiden pragmatis yang mengutamakan kepentingan negaranya. Trump akan bekerjasama dengan negara yang memberikan keuntungan bagi Amerika dalam dua hal penting yakni bidang ekonomi dan militer. Namun menurutnya, Indonesia belum memiliki kekuatan di keduanya.

“Secara ekonomi masih rendah ekspor impornya. Militer juga belum menjadi militer yang kuat. Menurut saya, realistis dari pandangan Trump, Indonesia tidak sangat menarik, tapi bisa menggunakan hal tertentu yang berkaitan dengan kepentingannya,” ujarnya.

Andreas menambahkan, untuk bisa menarik Trump, pemerintah Indonesia dapat mengoptimalkan strategic partnership dan sebutan negara dengan muslim terbesar di dunia. Sebab, sebagai negara dengan populasi Islam terbesar, Indonesia bisa menjadi pengantar bagi negara muslim lainnya. Ia pun menekankan pemerintah agar mengikuti cara berpikir Trump sebagai pebisnis.

Serupa dengan Andreas, Direktur Amerika Kementerian Luar Negeri, Adam Tugio menuturkan bahwa pihaknya dan segenap tataran pemerintah harus mengetahui pandangan Amerika terhadap Indonesia. Bila dilihat dari segi politik, menurutnya Indonesia bisa dianggap unik bagi Amerika.

“Indonesia bisa menjadi salah satu negara yang dimanfaatkan Amerika untuk memberantas radikalisme,” tutur Adam.

Direktur Teknologi dan Industri Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Jan Pieter dalam paparannya menyarankan agar Indonesia mengambil langkah konkrit seperti menghadirkan Trump dalam pertemuan sesama negara ASEAN. Hal itu akan membuat Indonesia dikenal sebagai negara yang atraktif.

“Yang paling utama Indonesia harus berperan aktif di ASEAN dan jangan menunggu negara lain, upayakan menjadi inisiator dan tunjukan nilai-nilai kepemimpinan atau leadership,” paparnya. (Ayu)



Komentar

Postingan Populer