Sapu Tangan





Kenapa harus sapu tangan? Ini semua gara-gara Amyra Aulia Adlina. Dan karena beliau, gue jadi tertarik untuk membahas tentang sapu tangan.
Oke tau sapu tangan kan? Bukan sapu yang punya tangan atau sapunya tangan atau sapu atau tangan yaa -_-
Gue mau bercerita sedikit tentang sapu tangan.
Pada suatu hari, ada seorang kakek mempunyai sapu tangan. Sapu tangan ini biasa, tidak bagus, dan tidak sempurna. Tetapi, si kakek amat sangat menyayangi sapu tangannya itu. Sapu tangannya sangat bermakna bagi hidup si kakek karna sudah menemani dia selama bertahun-tahun. Pernah suatu hari, sapu tangannya hilang. Dia amat sangat sedih. Dia mencoba untuk membeli sapu tangan baru tetapi percuma, dia tidak bisa melupakan sapu tangannya yang sudah sangat berarti untuknya. Setiap hari, dia selalu berusaha untuk menemukan sapu tangan itu. Karna waktu yang amat sangat lama dan sapu tangan tidak ditemukan, akhirnya dia menyerah untuk mendapatkannya kembali. Tetapi takdir yang tidak bisa ditebak, dengan tiba-tiba sapu tangan itu ditemukan dan hadir kembali ke kehidupan si kakek. Si kakek pun berjanji untuk terus menjaga dan melindungi sapu tangannya itu.
Satu tahun kemudian..
Pada suatu hari, si kakek pindah rumah. Di rumah barunya tersebut, dia menemukan sapu tangan yang indah sekali. Entah kenapa, kalau si kakek melihat sapu tangan ini, si kakek akan merasa senang. Si kakek merasa kalau sapu tangan ini menyimpan segudang rahasia yang tidak bisa diungkapkan. Dengan rasa penasaran yang amat besar, si kakek ingin menyelidiki darimana sapu tangan itu berasal. Kemudian, ia memutuskan untuk menyimpan sapu tangan keduanya tersebut.
Setiap hari, sesekali ketika sapu tangan pertamanya sedang dicuci, si kakek membuka lemari dan mengambil sapu tangan keduanya. Dia mencium harumnya, dan mengelusnya dengan penuh rasa kasih sayang. Ketika si kakek merasa dia sedang marah, sedang sedih, dia selalu membuka lemari dan mengambil sapu tangan keduanya tersebut. Dan ajaib, setiap si kakek melihat sapu tangan keduanya, si kakek selalu merasa terjaga dan bahagia. Dia tidak pernah merasa seperti ini ketika dia melihat sapu tangan pertamanya.

Disinilah konflik dimulai.
Disaat si kakek sedang bekerja dan melakukan aktifitasnya, dia selalu membawa sapu tangan pertama untuk menemaninya. Tetapi, disaat si kakek sedang sedih, marah, dia selalu membuka lemarinya dan kembali tersenyum ketika melihat sapu tangan keduanya.

Menurut kalian kalau keadaan mengharuskan si kakek untuk memilih, si kakek akan milih sapu tangan yang pertama atau sapu tangan yang kedua?

Komentar

Postingan Populer