HOW TO BE A GOOD LEADER

Surat Al-Baqarah ayat 30


Aamiin Ya Rabal Alamin..

Menurut kalian pemimpin itu apasih? Kenapa manusia sangat dipercaya sama Allah untuk menjadi khalifah atau pemimpin di muka bumi ini?
Well, mari kita bahas satu persatu supaya pertanyaan diatas bisa terjawab.

Pemimpin atau khalifah dalam bahasa indonesia artinya pelopor, panutan, penggerak, ketua, dan sebagainya. Tau gak, ternyata kita semua dari kecil udah diperkenalkan dengan sosok pemimpin tersebut. Bahkan waktu baru pertama kali menghirup udara segar di dunia alias baru lahir.
Pemimpin kita yang pertama kita kenal itu biasa kita panggil dengan sebutan Ayah.
Beliaulah Imam dalam Keluarga atau orang yang ditugaskan pertama kali oleh Allah untuk memimpin si jabang bayi ini. Si Ayah juga ditugaskan sama Allah untuk memperkenalkan pemimpin-pemimpin sebelumnya. Contohnya yang harus kita kenal yaitu, baginda besar Nabi Muhammad SAW.
Tugas itu disebut sebagai tugas mendidik, dan mendidik gak hanya mendidik anak supaya menjadi anak yang cerdas dalam hal pelajaran di sekolah aja, tapi juga cerdas dalam moral, akhlaq, dan ilmu agamanya.

Di dalam Islam seorang pemimpin haruslah mempunyai sifat:
1. SIDDIQ artinya jujur, benar, berintegritas tinggi dan terjaga dari kesalahan
2. FATHONAH artinya cerdas, memiliki intelektualitas tinggi dan professional
3. AMANAH artinya dapat dipercaya, memiliki legitimasi dan akuntabel
4. TABLIGH artinya senantiasa menyampaikan risalah kebenaran, tidak pernah menyembunyikan apa yang wajib disampaikan, dan komunikatif.



Orang tua terlebih Ayah khususnya adalah sosok yang sangat berperan penting untuk dapat menggambarkan arti dari pemimpin sesungguhnya. Terlebih lagi sebelum anak terjun langsung ke lingkungan masyarakat. Misalnya, saat beribadah bagi umat muslim. Ayah yang maju sebagai Imam solat dan memimpin solat jamaah dirumah. Sama halnya dengan pertama kali mengajarkan anak sifat-sifat diatas agar kelak saat dewasa, anak dapat mengetahui hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika menjadi seorang pemimpin. Waktu dewasa ini pun lah, anak harus mempraktikkan teori-teori yang telah diberikan sang Ayah. Dia harus bisa memimpin dirinya sendiri. Contohnya waktu kita masih sekolah, menyiapkan segala peralatan sekolah sendiri. Trus waktu kuliah, ngerjain tugas yang bejibun banyaknya sendiri, soalnya nyontek juga gak bakalan bisa bro hahaha. *pengalaman
Intinya adalah kita bisa mengatur diri kita sendiri. Udah bisa membedakan yang mana hak dan kewajiban serta tanggung jawab masing-masing.
Nah, kalo udah jago nih memimpin dirinya sendiri, baru deh naik satu tingkat lagi yang patut kita rasakan dalam hal memimpin yaitu memimpin orang lain dalam suatu kesempatan.

Oke saatnya kita masuk dalam zona pengalaman. Gue punya pengalaman tentang Kepemimpinan. Alhamdulillah, takdir mengizinkan gue untuk beberapa kali menjadi seorang pemimpin yang tugasnya gak hanya memimpin diri sendiri aja nih, tapi juga memimpin banyak orang.
Pemimpin disini biasa kita sebut sebagai Ketua dalam sebuah Acara. Gue bakalan ceritain pengalaman terakhir gue saat gue diberi kesempatan untuk menjadi Ketua Panitia dalam rangka memperingati Hari Ibu tanggal 22 Desember 2013 kemarin.

Merujuk dari sifat Amanah, hal pertama yang gue lakuin waktu itu adalah gue berpikir gimana caranya supaya semua orang percaya kalau gue bisa membawa kapal ini sampai ke pelabuhan. Dalam artian mensukseskan acara seperti yang diharapkan. Pembentukan karakter seorang pemimpin juga sangat dibutuhkan disini. Sebagai contoh ketika memimpin rapat. Gue harus bersikap dengan tepat supaya gak meragukan temen-temen yang lainnya.
Gue sempet ngelist beberapa hal kalo kita lagi mimpin rapat, yaitu :
- Hal-hal yang disampaikan harus berbobot
- Tegas dan serius
- Suaranya lantang dan percaya diri
- Bijaksana dalam bertindak maupun dalam mengambil keputusan
- Lebih banyak mendengarkan daripada berbicara

Hal kedua, gue berpikir kembali gimana caranya menyatukan begitu banyak kepala supaya bisa satu pikiran dan tujuan. Bukan hal yang mudah untuk berinteraksi dan berusaha menyatukan tujuan dengan temen-temen panitia lainnya. Gue berusaha menelaah karakter-karakter yang gue temukan dan akhirnya gue mencoba suatu hal. Diakhir rapat gue selalu memberikan petuah-petuah kecil pembangkit semangat. Inti dari omongan gue saat itu adalah kita semua adalah team. Orang-orang dalam team ini bertanggung jawab untuk menjadi penentu arah agar sampai ke pelabuhan tepat pada waktunya. Caranya adalah dengan beroptimis, tetep semangat dan menyatukan hati, pikiran serta tujuan. Dan ternyata... Petuah-petuah yang merujuk pada sifat Tabligh dan Siddiq tersebut cukup berhasil.

Malam berikutnya, sebelum tidur gue ambil selembar kertas. Gue buat table, kalo yang sering kita bilang itu namanya Time Table atau target yang harus tercapai sebelum Acara berlangsung. Seorang pemimpin harus bisa berpikir visioner atau 2 langkah berpikir lebih jauh kedepan daripada yang lainnya. Contohnya, target sampai dana terkumpul, target acara selesai dibuat, dsb. Selain tersusun rapi, target-target tersebut juga melatih kita agar disiplin dan lebih menghargai waktu. Hal ini juga dapat merujuk pada sifat Fathonah.

Demikianlah sedikit pengalaman yang bisa gue share tentang sosok Pemimpin. Semoga dari pengalaman tersebut bisa membantu kita untuk menjadi seorang pemimpin yang baik dan didambakan.
Dari ayat diatas, kita bisa ambil kesimpulan kenapa Allah percaya banget kalo manusia bisa menjadi khalifah di muka bumi ini. Ternyata manusia itu dianugerahi akal dan pikiran yang luar biasa sama Allah agar dapat melestarikan dan menjaga bumi ini. Allah memberikan akal kepada Ayah supaya orang tua dapat mengetahui cara-cara yang tepat untuk mengajarkan anaknya menjadi seorang pemimpin yang baik, dan tentu saja si anak juga dapat berpikir dan akhirnya mengetahui tentang arti dari pemimpin tersebut. Ternyata ada sebuah rahasia indah dibalik ayat 30 surat Al-Baqarah dan Allah memang Maha Mengetahui segala hal.

Komentar

Postingan Populer