Lika-Liku Tebar Pesona





What do you think about... Tebar Pesona?


Tebar pesona alias TePe-TePe biasa dilakukan oleh para Jomblo atau orang yang sudah memiliki pacar tapi masih aja jelalatan kemana-mana. Disini gue mau membahas poin yang kedua, yang lebih menantang dan lebih gak biasa. Soalnya kalo Jomblo tebar pesona mah maklum. Lah dia pan jomblo.
Meskipun Tebar Pesona itu baik dilakukan, apalagi dapat memperkecil tingkat orang-orang Jomblo di dunia. Tetapi, TePe-TePe ini malah sering disalahgunakan. Khususnya bagi mereka para laki-laki yang sudah memiliki pacar.

Sebagai contoh kongkrit pertama, sebut saja dia Marni. Marni adalah siswi kelas 10 SMA di Jakarta Selatan. Dia adalah gadis polos yang sering banget bilang Iya untuk beberapa ajakan orang lain karna dia adalah penganut sifat gaenakan dan susah nolak. Pada suatu hari, sifat merugikan Marni ini menimbulkan konflik didalam hidupnya. Ia didekati oleh kakak kelasnya, sudah punya pacar pastinya, dan diajak untuk jadi "ade-adean" kakak kelasnya tersebut. Sebut saja dia Jaka.
Marni merasa tersanjung dijadikan ade-adean oleh si Jaka ini. Padahal, bisa dibilang kata lainnya ade-adean adalah pacaran yang tertunda, entah tertunda sampai kapan dan itu pun juga kalau Tuhan berkehendak. Tiap hari, Marni diperlakukan bak putri kerajaan. Dipuji, diperhatikan, dimanja, diantar jemput sampai... dipanggil Sayang. Selain itu, tiada hari tanpa SMSan serta Teleponan. Apakah ini realita kakak beradik dalam era modern seperti sekarang? Marni menganggap semua ini sah-sah saja. Dia terjebak pada situasi yang membuat dia nyaman dan perasaan yang mungkin tertahan oleh ambigunya yaitu "ade-adean". Begitu pula dengan Jaka. Entah apa yang ada di pikiran Jaka sampai ia berbuat seperti ini, rahasianya tersusun rapi. Padahal seharusnya ia tahu bahwa perbuatannya akan menyakiti perasaan orang lain.

Contoh kongkrit kedua, sebut saja perempuan bodoh berikutnya bernama Sena. Ia adalah Mahasiswi salah satu Universitas di Jakarta Selatan. Sebenarnya, Sena adalah perempuan tomboy dengan tampilan yang selalu terlihat cuek. Meskipun ia easy going dan ramah kepada semua orang, ia merupakan gadis yang sulit didekati hatinya oleh orang lain, terlebih lagi untuk urusan percintaan. Pada suatu hari, datanglah seorang laki-laki, sebut saja Omar. 3 hari komunikasi intensif yang mereka berdua lakukan menimbulkan ketertarikan. Perhatian Omar, kepintaran dan wibawanya berhasil memikat hati Sena. Dan tentu saja, Omar sudah memiliki pacar. Tenggang waktu hubungan mereka pun telah menginjak umur 1 tahun lebih, bukanlah waktu yang sebentar. Omar seperti tidak menghiraukan hal ini sebelumnya. Sena pun menganggap semuanya sah-sah saja. Khayalan dan harapannya ia biarkan melambung setinggi langit. Hari pertama pendekatan yang dilakukan Omar dari chatting lewat BlackberryBerry Messanger menghasilkan kesan bahwa Omar adalah laki-laki dewasa, tidak hanya itu, ia pun berkali-kali memberikan perhatiannya kepada Sena. Sesuatu yang jarang sekali Sena dapatkan dari orang lain terlebih lagi laki-laki. Hari kedua, obrolan semakin meningkat. Dimulai dari menanyakan hal-hal yang sifatnya pribadi seperti, "sudah punya pacar apa belum?" dan berkelanjutan seterusnya. Singkat cerita ketika Sena mulai jatuh hati, tiba-tiba Omar pergi meninggalkannya begitu saja. Tidak ada Chatting, tidak ada perhatian, tidak ada obrolan. Semua ini membuat Sena kebingungan. Omar kembali bermesraan dengan pacarnya. Ia sadar bahwa ia harus menjaga perasaan pacarnya itu. Sena dibuatnya galau tidak karuan. Jika sudah terlanjur begini, untuk saling menyalahkan pun rasanya tidak mungkin.


Dari kedua cerita tersebut bisa dilihat betapa rentannya Tebar Pesona dilakukan. Peristiwa diatas juga seperti menguak fakta bahwa perempuan merupakan makhluk yang mudah sekali luluh hatinya. Entah itu dari kata-kata, perbuatan, ataupun keadaan. Hal ini terkadang menjadi salah satu pemicu TePe-TePe dilakukan dan itulah mengapa kaum perempuan yang sering jadi korbannya. Dari sini seharusnya ada pemahaman dari masing-masing gender antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki yang notabene akan menjadi pemimpin suatu keluarga haruslah paham dan berpikir dahulu untuk setiap tindakan yang dilakukan. Sedangkan perempuan yang memang sangatlah lembut hatinya, haruslah paham mengenai prinsip dan ketegasan dalam suatu permasalahan. Jadi, dalam kegiatan Tebar Pesona yang lebih banyak dilakukan laki-laki berpacar, diharapkan kalian dapat menghargai sifat perempuan yang sensitif dan gampang luluh itu karna sifat-sifat tersebut gunanya untuk mendidik anak-anaknya kelak. So, jangan ada salah penggunaan.

Solusi untuk para laki-laki:
Bosan itu wajar dan pasti ada sebabnya. Jika kalian memang sudah merasa bosan dengan hubungan kalian, alangkah baiknya jika dicari solusi dan didiskusikan bersama pasangan. Lebih baik mempertahankan yang sudah jelas-jelas ada fisik maupun perasaannya. Tetapi, kalau misalnya sudah merasa mentok dan tidak ada solusi lagi yang pas, jalan keluar satu-satunya ya putus. Daripada mengambil solusi seenaknya sendiri dengan Tebar Pesona ke perempuan lain dan beralih-alih menghilangkan rasa Bosan, tentu saja dapat merugikan salah satu pihak. Ingatlah pepatah "Bermain api hangus, bermain air basah." artinya setiap tindakan pasti ada resikonya.

Tidak ada yang salah dengan Tebar Pesona, asal dilakukan disaat kondisi juga mendukung. Jika kesesuaian ini dapat berjalan sebagaimana mestinya, dapat dipastikan kalau dunia akan terasa tentram dan damai.

Buat para Jombloerz, lanjutkan TePe-TePe kalian!

Komentar

Postingan Populer