Bersemangatlah, Kak!

Hasil gambar untuk anak berlari


Jakarta, Ayu - Dia tak hentinya berlari mengikuti alunan irama kakiku. Laki-laki balita 3 tahun ini
dengan bersemangat berlari menggunakan kaki kaki mungilnya.
Sebenarnya aku hanya berlari-lari perlahan dan ringan, tetapi meski ringan, baginya mungkin adalah jarak langkah yang sulit. Bisa jadi karna perbedaan ukuran kakiku dengan kakinya. Tapi sepertinya hal itu tidak mengurungkan niatnya untuk terus berlari bersamaku.

Sesekali aku menoleh ke belakang untuk melihatnya. Dia mengenakan celana panjang bercorak kotak-kotak berwarna biru muda dan putih dipadu dengan kaos polos berwarna putih. Kulitnya yang putih berseri sering sekali membuat orang-orang menyebutnya “anak bule”. Mungkin memang benar, mengingat Ayah memiliki darah keturunan Jerman. Bola matanya yang berwarna coklat muda sama seperti diriku. Rambut hitamnya yang lurus mulai kelimis tercampur oleh keringat, membuatku semakin gemas padanya.

Senin di pagi hari ini seperti biasa, aku melakukan aktifitas rutin yaitu lari pagi mengelilingi rumah. Semua ini kulakukan semata-mata karna permintaannya. “Kakak, lari-lari yuk!” ajakan polos itu selalu aku dengar disaat aku membuka mata ketika terbangun. Kemudian dengan sepenuh hati aku pun beranjak, demi menyunggingkan seulas senyum pada adik bungsuku itu. Karna entah mengapa, senyumnya adalah penghiburku disaat aku didera penatnya kegiatan kuliah.
“Dedek Abay, kamu gak capek?” tanyaku padanya. Dia hanya menjawab “Enggak” sambil tersenyum tipis, kemudian berlari lagi. Aku tidak tahu apa yang ada dipikirannya. Dia selalu begitu, senang bermain, bersemangat dan tak pernah absen menularkan keceriannya kepadaku.

30 menit pun telah berlalu. Sekian putaran telah terlewati. Tiba-tiba dia berhenti dan berkata, “Kakak, aku capek. Kita hebat udah keringetan. Abis ini Abay mau mandi trus makan ya!” Aku tersontak kaget mendengar ucapannya. Adik kecilku yang satu itu sangatlah pandai. Yang aku heran, ternyata dia telah merancang kegiatan selanjutnya setelah dia berlari bersamaku di pagi ini. Satu pelajaran yang kudapatkan darinya, bahwa semangat adalah obat yang paling mujarab untuk menjalani hidup.
 

Komentar

Postingan Populer