Hujan




Aku terus berputar sambil merentangkan tangan. Tidak peduli apapun jenis larangan. Aku terlarut dalam kenikmatan tetesan-tetesan air yang menusuk tubuhku.
Rintikan air itu membawaku pada khayalan semesta. Melalang buana seantero cakrawala. Tak lekang oleh ruang dan waktu. Hanya ada aku, air yang turun dari langit, dan masa kecilku.

Aku tidak pernah mengetahui secara jelas kapan aku mengenal mereka. Mereka hanya selalu datang pada waktu yang telah ditetapkan, begitulah adanya. Beragam informasi dan berita selalu membicarakan mereka. Akankah mereka datang hari ini? Semua orang bergegas melindungi diri dari turunnya mereka ke bumi. Tetesan-tetesan air dari atas langit yang tidak terhitung jumlahnya.

“Jangan main bersama mereka, Nak. Mereka akan membuatmu sakit!”
Mengapa mereka dapat membuatmu sakit? Padahal mereka adalah berkah tak terkira yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

Lihat sekelilingmu.. Tak ada yang dapat bisa membawamu jauh, jauh kedalam renungan keajaiban selain menikmati indahnya ciptaan Sang Pencipta. Mereka adalah perantaramu mengarungi luasnya samudera angan-angan yang hanya terpendam. Membantumu menemukanmu dalam diam.

Dan kini.. Mengapa kamu masih berlari?

Komentar

Postingan Populer