Guys, You Can Do What You Want.
"Pintu sangkar yang sejak dulu melindunginya akhirnya terbuka. Sayapnya terangkat dan mengepak-epak. Ia akan memulai penerbangan perdananya, tetapi rasa ragu dibenaknya tak kian memudar. Seketika ia palingkan wajahnya untuk menoleh ke belakang, pintu sangkarpun telah tertutup kembali. Ya.. Apa boleh buat? Tak ada pilihan lain selain terbang, menemukan lingkungan baru, sesuatu yang sepertinya asing jika didengar.
Dialah Burung Merpati yang baru saja keluar dari sangkarnya. Merpati yang sejak dulu berkicau indah tanpa henti di zona nyamannya. Waktu terasa cepat berlalu. Merpati yang makin lama kian membesar harus menemukan habitatnya. Walau kehidupan rutin di dalam sangkar seperti sudah terasa cukup.
Setelah sekian lama terbang.. Kepakan sayap si Burung Merpati akhirnya menghentikannya pada suasana yang ragu tuk ia masuki. Apakah ini habitatku? Apakah seharusnya aku disini? Sang Burung mencari tahu.
Ia telah berada diantara Merpati-Merpati besar lainnya.. Mereka bersenda gurau riang, tak sadar kalau ada merpati baru yang berusaha menyapa mereka. Merpatipun berjalan melewati mereka, tetapi tak kunjung ada senyum yang ia dapatkan. Ia dihiraukan.
Sampai pada akhirnya, langkahnya terhenti pada merpati-merpati cantik penuh pesona yang sedang bersolek. Mereka tersenyum tipis. Entah menyapa atau malah terpaksa. Merpati menghampiri mereka. Ooh.. Ternyata mereka menerima Merpati baru dengan baik. Walau wajah mereka sebetulnya menyiratkan sesuatu yang disembunyikan.
Hari demi hari telah dilewati. Merpati menghabiskan waktu bersama para Merpati-Merpati cantik penuh pesona itu. Tetapi, si Merpati baru malah terlihat seperti sampah diantara para Merpati idola tersebut. Ia sering dicaci, dimaki, diejek, diremehkan. Dia pun merasa tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan yang lain. Ah, tidak adil. Pikirnya.
Sang Merpati memutar otak bagaimana cara agar lingkungan barunya ini menganggap keberadaan dirinya.. Waktu demi waktu, pagi hingga bertemu pagi berikutnya tak kunjung ia dapat bagaimana caranya. Hingga pada suatu ketika, habitat mereka diserang oleh Burung Elang.
Pertikaian dan perebutan makanan tidak dapat terelakan lagi. Beberapa Burung Merpati terbang dengan sengaja untuk menyelamatkan diri masing-masing. Termasuk para Merpati-Merpati cantik.
Melihat rekan-rekannya yang lain kesulitan menangani para Elang, Merpati baru itu pun terbang menghampiri tempat kejadian untuk ikut berusaha menahan para Elang yang memaksa masuk kedalam tempat persediaan makanan. Ia menghalau 3 Elang serakah yang hendak mengambil makanan disalah satu tempat penyimpanan. Tetapi nasib tidak di untung, Sang Merpati diserang. Mulut tajam Si Elang berhasil membuat sayap Merpati terluka parah. Ia pun tersungkur. Darah bercucuran keluar dari kedua sayapnya. Si Elang berhasil menghabiskan makanan di lubang yang pertama.
Merpati tak kehilangan arah. Ia melihat seekor Ular melilit di pohon yang lumayan jauh darinya sedang tertidur pulas. Ia pun memberanikan diri untuk memanggil Ular itu agar menghampiri mereka.. Alih-alih membuat para Elang kabur untuk sementara. Ular tidak terbangun. Tidak ada jalan lain, Si Merpati berusaha mengepakkan sayapnya.. Rasa sakit yang begitu luar biasa ia hiraukan, darah keluar makin deras dari kedua sayapnya.. Dia terbang kearah sang Ular dan melemparkan batu kerikil di mulutnya kearah Ular tersebut. Idenya pun berhasil, ular berbisa itu terbangun dan terlihat marah karna tidur siangnya terganggu. Si Merpati cepat-cepat meninggalkan tempat itu dan terbang kearah pertikaian yang masih berlangsung. Dengan tatapan penuh keji, Sang Ular merayap cepat mengikuti Si Merpati.
Melihat seekor Ular besar berwarna hitam pekat datang, para Elang terbang terbirit-birit meninggalkan sarang Burung Merpati. Merpati terus terbang mengelilingi para Burung Elang berada dengan Ular yang masih terus hendak menerkamnya. Akhirnya, Si Burung Merpati berhasil mengusir semua Burung Elang yang berada di Habitatnya. Tetapi Sang Ular tetap mengejar incarannya.
Merpati yang makin terseok-seok tak dapat membendung letihnya, ia terjatuh. Dengan sekuat tenaga, ia kembali mengepakkan sayapnya, tetapi hanya bertahan terbang sebentar. Tiba-tiba dilihatnya rawa-rawa didepan jalan, dia tak habis akal. Dia mendekati rawa dan bersembunyi dibalik dedaunan rindang. Sang Ular yang melewati kejadian itu seperti kehilangan jejak. Dengan kesal, Sang Ular berbalik arah dan merayap menjauh darinya. Si Burung Merpati pun selamat.
Setelah kejadian tersebut, ucapan terima kasih tak hentinya didengar oleh Si Burung Merpati. Dia dianggap sebagai pahlawan, bahkan dia dipercaya untuk menjadi penjaga tetap sarang makanan yang notabene menjadi pekerjaan yang diimpikan para Merpati di lingkungan tersebut. Betapa beruntungnya sang Burung Merpati. Dengan bermodal keberanian, tekad, dan tidak pantang menyerah, dia bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Malah termasuk lebih. Sang Merpati pun akhirnya mendapatkan rumah barunya dengan suka cita."
Kesimpulan dari cerita diatas adalah, kita harus menjadi pribadi yang BERANI dan TIDAK MUDAH PUTUS ASA. Untuk menggapai keinginan juga harus disertai dengan usaha yang kuat walau rintangannya sesulit apapun. Jangan mudah menyerah dengan perkataan orang yang hanya meremehkan pun memandang kita sebelah mata. Anggep kayak angin lalu atau kentut yang baru banget keluar dari pantat. Buktiin aja sama prestasi-prestasi yang bisa kita raih. Dengan usaha, tekad, kesungguhan, kita buat mereka menelan ludah mereka sendiri. Tetapi tetap, jangan sombong.
Burung Merpati aja bisa, masa kita enggak?
Oke, Guys! See you and keep spirit!
Komentar
Posting Komentar