Enaknya menjadi...

Hasil gambar untuk journalist tumblr


Menjadi.. Apa hayo?

Hehehe

Dimulai dari terbiasa bolak-balik Ciputat - Bintaro - Cilandak waktu SMA. Ternyata, takdir memberi kesempatan sama si sulung ini merasakan petualangan menjadi seorang Jurnalis. Ya, baru berapa bulan, sih. Tapi entah kenapa, Gue bisa merasakan bahkan meresapi, Enaknya Menjadi Jurnalis.

Mungkin untuk pemula seperti gue ini, belum banyak yang bisa di sharing akan profesi tersebut. Cuman, lumayan lah buat cuci mata mah *eh

Fokus

Gue saat ini sedang menjadi Reporter di salah satu perusahaan media online Tangerang, tepatnya bernama tangerangonline.id. Kesempatan itu gak lepas dari campur tangan ngedipin mata mulu ke kakak senior organisasi lembaga pers HMI Ciputat. Alhasil, kakak senior yang linknya segudang itu pun mempercayakan gue berproses di dunia profesional.
Dunia profesional notabene memiliki banyak tuntutan dan peraturan. Gue yang males malesan diharuskan disiplin. Memasuki bulan ke-5 ini, gue pun masih belum bisa merubah kebiasaan jelek seperti susah bangun pagi dan terlambat.

Dear Kakak Redaktur; Aku masih berusaha kok kak. *piss

Kembali ke Enaknya Menjadi Jurnalis
Gue pribadi sudah merasakan dampaknya buat diri gue sendiri. Pertama, hasil keluar dari zona nyaman. Disaat Mahasiswa lainnya sibuk nongkrong, menghabiskan waktu ketawa-ketiwi bareng gengnya. Gue disini mengorbankan kulit mulus putih nan kinclong untuk panas-panasan ngejar narasumber. Bodo amat sama belang-belang atau dekil yang penting ketemu narasumber dan nyetor berita. Emang pait sih jadi item. Tapi hasil keluar dari zona nyaman itu, gue bisa bertemu dengan orang-orang baru, yakni narasumber yang ingin gue wawancarai. Terhitung lebih dari tiga kali, gue bertemu dengan orang-orang yang sangat memberikan inspirasi. Contohnya, waktu itu gue pernah wawancara salah satu pengusaha kuliner. Karena kebaikan hatinya memperkerjakan Bapak-bapak soleh butuh uang, hal itu diyakininya menjadi jalan usaha yang tadinya gak beruntung menjadi untung. Dari situ gue terinspirasi untuk saling tolong menolong sesama makhluk ciptaan Nya. Kemudian lanjut, narasumber-narasumber tersebut diatas kadang bisa menjadi link-link masa depan. Kayak misalnya gue wawancara narasumber di bagian pemerintahan. Tiba-tiba nawarin pekerjaan yang sesuai dengan jurusan kuliah gue. Ya.. Siapa tau aja.. Suatu hari nanti.. Kepake. Maklum, mau nabung buat beli mobil Jeep.
Lagi, enaknya menjadi Jurnalis adalah akses kemana saja bisa. Ke-ma-na-pun. Tinggal bilang, "Dari media Pak/Bu", langsung deh dipersilahkan masuk, duduk, santai kayak di pantai. Cuman ya gitu, kerjaannya musti kelar. Memang menjadi Jurnalis memiliki poin plus plus plus masuk kemana mana. Tentunya dengan satu kata mujarab yakni liputan. Selain itu, akses itu mengantarkan kita bertemu tokoh-tokoh penting negeri. Sampai sekarang pun gue masih heran, seorang gue, bisa beberapa kali bertemu idola. Salah satunya, Quraish Shihab.

Harus diingat, di setiap enak pasti juga ada gak enak. Tuhan pun Maha Adil. Tapi musti pinter melihat sesuatunya dari sisi positif. InsyaAllah, aman terus jalan.

Jadi begitulah pengalaman di bulan ke 5 berada di dunia petualangan sebagai seorang Jurnalis. Sejauh ini, gue masih merasakan kenikmatannya. Mungkin itu sebab berkecimpung di kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat. Tapi tetap, minta yang terbaik. Salam semesta!

Komentar

Postingan Populer