Lamunan

Barangkali kamu pernah terbangun dari lamunan
Lamunan berbentuk sebuah cita-cita masa depan
Mungkin jika dihitung, jutaan bahkan milyaran detik waktu telah terlewati
Tapi tetap saja, gagal itu terus datang menghampiri
Berulang kali putus asa
Berulang kali menyesal
Berulang kali bertanya-tanya, "Oh Tuhan.. Apa salahku?"
Hati ini tercabik, berkecamuk, bergejolak meminta keadilan
Pikiran yang kejam pun enggan sirna
Hingga tak sanggup lagi memembendung air mata
Berbagai perkataan muncul sebagai penolakan diri
"Kurasa mungkin diri ini tak pantas," katanya
"Kurasa takdirku memang untuk gagal," katanya lagi
"Kurasa memang diriku yang salah," katanya tidak henti
"Kurasa memang diriku yang bodoh," katanya mulai menghardik diri
"DASAR BODOH!"
Peristiwa barusan sangat menyakitkan
Boleh jadi semua ini adalah kesempatan
Untuk perbaiki diri
Untuk yang kesekian kalinya
Lamunan itu datang lagi
Dan aku pun mengembara
Memasuki sebuah renungan
Memasuki sebuah renungan
Baiklah, apa aku keliru?
Boleh jadi kamu sedang melakukan sebuah proses hidupmu
Untuk mencapai apa yang dituju
Untuk mencapai apa yang dituju
Komentar
Posting Komentar