Kamu Mulia Kamu Menghormati Sesama
Alhamdulillah..
Youtube adalah situs web yang memungkinkan pengguna untuk menggugah dan menonton video. Ada berbagai macam jenis video yang bisa ditonton oleh ratusan bahkan jutaan orang di seluruh dunia, diantaranya adalah hiburan, otomotif, berita, tayangan ulang TV, tayangan ulang film, tutorial, sampe pornografi pun juga ada. Semua tergantung kebijakan pengguna Youtube untuk menentukan video mana yang baik untuk ditonton dan tidak berpengaruh negatif bagi dirinya. Jadi konsumen juga harus cerdas, kan? :)
Di Youtube, gue sangat antusias menonton video yang mengandung unsur agama. Khususnya agama gue yaitu Islam. Karna menurut gue, dengan melihat video tentang agama, wawasan dan tingkat keimanan gue bisa bertambah. Gue sering banget nonton video tentang cerita-cerita mualaf dari luar negeri. Karna jujur, pengalaman mereka bikin gue bersyukur terlahir sebagai seseorang yang beragama rahmatan lil'alamin. Gue juga penasaran tentang pandangan agama Islam dimata dunia. Ya bukan rahasia umum lagi kalau Islam memang agama yang penuh dengan pro dan kontra. Tentu saja, kontra bagi mereka yang belum paham tentang Islam sepenuhnya.
Kayak barusan, gue baru aja selesai nonton video berisi dakwah Islam yang dilakukan oleh Dr. Zakir Naik. Beliau sangat cerdas memberikan penjelasan-penjelasan yang tepat tentang Agama Islam. Gue sampe mentikkan air mata, saking terharu dengan penjelasan yang diberikan oleh beliau. And, when I scroll down my laptop, gue melihat banyak banget komen-komen yang sifatnya hujatan.. Ada yang bilang agama lo salah lah, ada yang bilang agama lo gak masuk akal lah, sampai menghina Tuhan di agama masing-masing. Gue menyebut semua ini adalah konflik dunia yang jawabannya hanya ada di hari Kiamat nanti, seriously. Bro, padahal tu video isinya ceramah loh. Ustad lagi menyebar kebaikan. Trus masalahnya apa?
Izinkan gue untuk membahas problem ini sedikit ya teman-teman..
Gue adalah orang Islam, terlahir dari orang tua yang beragama Islam. Didalam ajaran agama Islam memang dianjurkan untuk berdakwah agar dapat meningkatkan iman serta ketaqwaan pengikutnya, tetapi tidak ada paksaan bagi siapapun yang ingin mendengarkan ataupun tidak. Gue mengerti sebagai seorang ustad atau pendeta atau biksu atau nama sebutan bagi penyebar agama lainnya, mereka pasti memang berkewajiban untuk menyebarkan ajaran-ajaran di agama tersebut. Gue malah sangat menghormati mereka, karna ibaratnya, penyebar agama itulah jembatan menuju syurga.
Jujur, gue paling gak suka banget kalo udah liat comment-comment yang menghina. Apalagi kalo bawa-bawa agama, bahkan Sang Pencipta. Menurut gue, hal itu bukan hal yang layak untuk jadi bahan olok-olokan. Agama tuh sakral, Bro. Gue sekarang melihat di dua sisi. Bukan karna gue muslim, gue jadi berada di pihak muslim sepenuhnya. Kalo buat gue ya simple aja. Gamau denger dan lihat ya gausah nge-play videonya. Gitu aja kok susah?
Gue pribadi adalah orang yang open minded. Meskipun gue sudah memiliki keyakinan dan gue sangat yakin dengan apa yang gue yakini saat ini. Tapi, gue gak akan pernah memaksakan orang-orang yang berbeda keyakinan dengan gue untuk meyakini apa yang gue yakini. Beragama itu ga ada paksaan. Manusia dikasih akal sama Tuhan buat berpikir sehingga dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah, untuk dirinya.
Di dalam agama Islam, serta pedomannya yang begitu indah bernama Al-Qur'an, telah sangat jelas diajarkan bahwa manusia harus memiliki sikap toleransi beragama. Sesuai dengan QS. Al-Hujurat ayat 13:
So, Al-Qur'an udah bilang kalo kita, khususnya kaum muslimin harus saling menghormati antar sesama. Bahkan kalo kita menghormati dan menghargai sesama disebut oleh-Nya orang yang mulia dan bertaqwa. Jadi gue gak perlu tuh saling ejek dan mencemooh. Mending berdoa supaya semua damai, biar Tuhan juga ngasih hidayahnya enak. Masih gak percaya? Baca yang satu ini.
QS. Al-Baqarah ayat 272
Itulah cerita singkat liburan gue yang singkat. Karna liburan yang produktif adalah liburan yang memberikan manfaat. See ya!
Akhirnya gue bisa kembali merasakan liburan di sela-sela kuliah. Ya walaupun cuma 3 hari, malah kadang jadi dua hari atau sehari karna organisasi kampus. It's okay, yang penting bisa "nafas" setelah dipadatkan dengan kegiatan kuliah seabrek-abrek. Gak terasa, gue sekarang berada di detik-detik menginjak masa kuliah semester akhir, 5th grade. Dimana semua mata kuliah serba praktek. Kayak jadi reporter berita, jadi presenter talkshow, jadi tim produksi radio, nulis berita straight news dan feature news. Untungnya, gue kuliah di jurusan yang sesuai passion gue yaitu Komunikasi. Jadi meski praktek-praktek itu beruntun deadlinenya, tapi gue bisa menjalani semua dengan enjoy.
Baiklah. Kembali ke cerita betapa indahnya liburan di sela-sela kuliah..
Biasanya, disaat liburan, gue paling "pe-we" banget tiduran dikasur, buka laptop, dan Internetan. Berhubung dirumah pake WiFi, jadi gue bisa browsing sesuka hati. Hal sederhana itu merupakan hal terduper-baper-cooper-lemper-super gue suka saat liburan kuliah. That's called Me Time, I guess. Gue bisa nemuin banyak hal dari Internet, wawasan baru tentunya. Beberapa situs yang sering gue buka adalah Blogger, Google, Gmail, Twitter, dan Facebook. Tapi dari situs-situs yang gue sebut barusan, ada satu situs web yang the most interesting for me; Youtube.
Youtube adalah situs web yang memungkinkan pengguna untuk menggugah dan menonton video. Ada berbagai macam jenis video yang bisa ditonton oleh ratusan bahkan jutaan orang di seluruh dunia, diantaranya adalah hiburan, otomotif, berita, tayangan ulang TV, tayangan ulang film, tutorial, sampe pornografi pun juga ada. Semua tergantung kebijakan pengguna Youtube untuk menentukan video mana yang baik untuk ditonton dan tidak berpengaruh negatif bagi dirinya. Jadi konsumen juga harus cerdas, kan? :)
Di Youtube, gue sangat antusias menonton video yang mengandung unsur agama. Khususnya agama gue yaitu Islam. Karna menurut gue, dengan melihat video tentang agama, wawasan dan tingkat keimanan gue bisa bertambah. Gue sering banget nonton video tentang cerita-cerita mualaf dari luar negeri. Karna jujur, pengalaman mereka bikin gue bersyukur terlahir sebagai seseorang yang beragama rahmatan lil'alamin. Gue juga penasaran tentang pandangan agama Islam dimata dunia. Ya bukan rahasia umum lagi kalau Islam memang agama yang penuh dengan pro dan kontra. Tentu saja, kontra bagi mereka yang belum paham tentang Islam sepenuhnya.
Kayak barusan, gue baru aja selesai nonton video berisi dakwah Islam yang dilakukan oleh Dr. Zakir Naik. Beliau sangat cerdas memberikan penjelasan-penjelasan yang tepat tentang Agama Islam. Gue sampe mentikkan air mata, saking terharu dengan penjelasan yang diberikan oleh beliau. And, when I scroll down my laptop, gue melihat banyak banget komen-komen yang sifatnya hujatan.. Ada yang bilang agama lo salah lah, ada yang bilang agama lo gak masuk akal lah, sampai menghina Tuhan di agama masing-masing. Gue menyebut semua ini adalah konflik dunia yang jawabannya hanya ada di hari Kiamat nanti, seriously. Bro, padahal tu video isinya ceramah loh. Ustad lagi menyebar kebaikan. Trus masalahnya apa?
Izinkan gue untuk membahas problem ini sedikit ya teman-teman..
Gue adalah orang Islam, terlahir dari orang tua yang beragama Islam. Didalam ajaran agama Islam memang dianjurkan untuk berdakwah agar dapat meningkatkan iman serta ketaqwaan pengikutnya, tetapi tidak ada paksaan bagi siapapun yang ingin mendengarkan ataupun tidak. Gue mengerti sebagai seorang ustad atau pendeta atau biksu atau nama sebutan bagi penyebar agama lainnya, mereka pasti memang berkewajiban untuk menyebarkan ajaran-ajaran di agama tersebut. Gue malah sangat menghormati mereka, karna ibaratnya, penyebar agama itulah jembatan menuju syurga.
Jujur, gue paling gak suka banget kalo udah liat comment-comment yang menghina. Apalagi kalo bawa-bawa agama, bahkan Sang Pencipta. Menurut gue, hal itu bukan hal yang layak untuk jadi bahan olok-olokan. Agama tuh sakral, Bro. Gue sekarang melihat di dua sisi. Bukan karna gue muslim, gue jadi berada di pihak muslim sepenuhnya. Kalo buat gue ya simple aja. Gamau denger dan lihat ya gausah nge-play videonya. Gitu aja kok susah?
Gue pribadi adalah orang yang open minded. Meskipun gue sudah memiliki keyakinan dan gue sangat yakin dengan apa yang gue yakini saat ini. Tapi, gue gak akan pernah memaksakan orang-orang yang berbeda keyakinan dengan gue untuk meyakini apa yang gue yakini. Beragama itu ga ada paksaan. Manusia dikasih akal sama Tuhan buat berpikir sehingga dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah, untuk dirinya.
Di dalam agama Islam, serta pedomannya yang begitu indah bernama Al-Qur'an, telah sangat jelas diajarkan bahwa manusia harus memiliki sikap toleransi beragama. Sesuai dengan QS. Al-Hujurat ayat 13:
So, Al-Qur'an udah bilang kalo kita, khususnya kaum muslimin harus saling menghormati antar sesama. Bahkan kalo kita menghormati dan menghargai sesama disebut oleh-Nya orang yang mulia dan bertaqwa. Jadi gue gak perlu tuh saling ejek dan mencemooh. Mending berdoa supaya semua damai, biar Tuhan juga ngasih hidayahnya enak. Masih gak percaya? Baca yang satu ini.
QS. Al-Baqarah ayat 272
Itulah cerita singkat liburan gue yang singkat. Karna liburan yang produktif adalah liburan yang memberikan manfaat. See ya!
Komentar
Posting Komentar